Info LowkerJuly 4, 2008 7:59 am

Dalam rangka mengisi formasi pegawai Departemen Keuangan R.I. Tahun Anggaran 2008, Departemen Keuangan memberikan kesempatan lowongan kerja kepada Warga Negara Indonesia yang berijazah Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) untuk diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan ditugaskan di di 12 unit Eselon I Departemen Keuangan yang tersebar pada 1.063 kantor di seluruh Indonesia.

UNIT ESELON I YANG MEMBUTUHKAN TENAGA SARJANA/PASCA SARJANA

1. Sekretariat Jenderal;
2. Direktorat Jenderal Anggaran;
3. Direktorat Jenderal Pajak;
4. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
5. Direktorat Jenderal Perbendaharaan;
6. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara;
7. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;
8. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang;
9. Inspektorat Jenderal;
10. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan;
11. Badan Kebijakan Fiskal;
12. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Persyaratan Umum:
1. Warga Negara Indonesia;
2. Berusia minimal 18 tahun pada tanggal 30 Juni 2008;
3. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan Pengadilan, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/POLRI, pegawai BUMN/BUMD atau pegawai swasta;
5. Tidak berkedudukan sebagai PNS atau CPNS;
6. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian, dan keterampilan yang diperlukan;
7. Berkelakuan baik;
8. Sehat jasmani dan rohani;
9. Bersedia bekerja pada instansi-instansi dalam lingkungan Departemen Keuangan, dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Persyaratan Khusus:
1. Mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3.00 dalam skala 4 bagi lulusan Sarjana (S1) dan 3.25 dalam skala 4 bagi lulusan Pasca Sarjana (S2);
2. Umur pada tanggal 30 Juni 2008, tidak lebih dari 27 tahun bagi pelamar lulusan S1 non Akuntan beregister (batas tanggal lahir 30 Juni 1981 dan setelahnya), dan 30 tahun bagi pelamar lulusan S1 Akuntan beregister dan S2 (batas tanggal lahir 30 Juni 1978 dan setelahnya).

Untuk pengajuan aplikasi anda diharuskan mengisi formulir aplikasi lowongan kerja online pada website Departement Keuangan. Pelamar dapat melihat pengumuman tempat dan waktu daftar ulang pada tanggal 11 Juli 2008 pada website tersebut.

Informasi lebih lengkap dan aplikasi formulir online dapat membuka website Rekruitment PNS Departemen Keuangan disini

Hortikultura 7:53 am

Image DURIAN Bukan Buah Terlarang !

Meskipun mendapat julukan The King of the Fruit, rajanya buah, durian menjadi buah yang kontroversial.

Perbedaan pendapat itu seputar berbahaya atau tidak mengonsumsi durian bagi kesehatan si konsumen. Buah bergizi tinggi ini bukan buah terlarang, karena kadar lemaknya jauh lebih rendah dibanding lemak hewani.

DURIAN Bukan Buah Terlarang!

Meskipun mendapat julukan The King of the Fruit, rajanya buah, durian menjadi buah yang kontroversial.

Perbedaan pendapat itu seputar berbahaya atau tidak mengonsumsi durian bagi kesehatan si konsumen. Buah bergizi tinggi ini bukan buah terlarang, karena kadar lemaknya jauh lebih rendah dibanding lemak hewani.

Kekayaan alam yang kita miliki patut untuk disyukuri. Alam tropis Indonesia memberikan anugerah yang cukup besar berupa keragaman hayati. Beragam flora tumbuh dan berkembang dengan baik di negeri ini, di antaranya adalah buah-buahan.

Banyak jenis buah tropis menjadi kegemaran turis asing dan lokal, sehingga merupakan daya tarik tersendiri bagi mereka. Kunjungan ke kebun-kebun buah yang telah dijadikan obyek agrowisata merupakan bukti akan hal tersebut.

Untuk memenuhi permintaan konsumen akan buah di luar negeri, telah dilakukan ekspor ke beberapa negara. Ini menjadi bukti, bahwa anggapan mutu buah-buahan lokal kalah dengan buah impor, tidak sepenuhnya benar.

Namun kenyataan membanjirnya buah impor di pasaran, diakibatkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi buah untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.

Meningkatnya konsumsi buah-buahan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi masyarakat akan pentingnya vitamin dan mineral. Buah-buahan juga merupakan sumber serat pangan (dietary fibre) yang sangat berguna bagi kelancaran proses pencernaan makanan di dalam tubuh manusia, sehingga sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, stroke, dan berbagai kanker.

Banyak buah-buahan Indonesia yang dimasukkan ke dalam kategori buah unggul. Namun demikian, baru sekitar sembilan jenis buah yang varietas unggulnya telah dilepas oleh Menteri Pertanian. Kesembilan jenis buah tersebut adalah anggur, apel, alpukat, belimbing, durian, mangga, nangka, rambutan dan salak. Di antara kesembilan jenis buah tersebut, durianlah yang memiliki varietas unggul terbanyak.

Rajanya Buah

  • Durian (Durio zibenthinus Murr.) mendapat julukan sebagai The King of the Fruit. Buah ini sudah dikenal dan banyak dibudidayakan di daerah tropis terutama Indonesia.

Produksi yang melimpah dan banyak disukai menyebabkan durian mempunyai prospek yang baik. Rasanya yang lezat dan aromanya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar buah berduri ini.

Pada awalnya, tanaman ini tumbuh liar dan terpencar-pencar di hutan Malaysia, Sumatera dan Kalimantan. Kemudian menyebar ke seluruh wilayah Indonesia, Thailand, India dan Pakistan. Seiring dengan perkembangannya tersebut, kini telah ditemukan 300 spesies yang bermarga Durio di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, telah ditemukan sekitar 27 spesies. Akan tetapi dari jumlah spesies tersebut, baru enam spesies yang umum dikonsumsi masyarakat

Durio zibenthinus Murr. merupakan spesies yang sangat digemari masyarakat dan paling sukses dibudidayakan. Tanaman ini termasuk tanaman musiman berasal dari Kalimantan dan Sumatera. Secara morfologi buah durian ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu kulit, daging buah dan biji. Pada bagian kulit luar (perikarp) buah durian memiliki duri-duri yang sangat tajam.

Tanaman durian memiliki sosok berupa pohon tinggi yang dapat mencapai ketinggian 50 meter, dan dapat tumbuh mencapai umur ratusan tahun. Warna daging buahnya pun bervariasi, yaitu putih, krem, kuning muda, kuning kehijauan dan ada pula yang berwarna kuning tembaga. Di dalam buah terdapat pongge, yaitu biji yang diselimuti oleh daging buah.

Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tempat yang subur, bertanah gembur dan tidak bercadas. Dalam setiap musim, jumlah buah yang dihasilkan bisa sekitar 80-100 buah per pohon, tergantung besarnya pohon.

Sedangkan pohon yang telah cukup tua, bisa menghasilkan 200 buah per pohon. Musim berbunga pohon durian dimulai pada bulan Juni sampai September, dan buah akan menjadi matang pada bulan Oktober sampai Februari.

Durian dapat dikembangbiakkan melalui tiga cara, yaitu secara vegetatif, generatif, serta campuran antara vegetatif dan generatif. Namun umumnya durian diperbanyak secara generatif dengan menggunakan biji. Perbanyakan ini akan menghasilkan keturunan yang bervariasi, dengan sifat-sifat yang berlainan dari sifat tanaman induk, karena durian adalah tanaman yang menyerbuk silang.

Untuk mempertahankan sifat-sifat yang sama dengan tanaman induk, maka ada pula yang dilakukan dengan perbanyakan vegetatif. Cara yang biasanya dilakukan adalah dengan okulasi (penempelan mata atau budding).

Varietas Unggul

  • Harga durian yang bervariasi sangat ditentukan oleh faktor keunggulannya.

Semakin unggul jenisnya, semakin tinggi pula harganya. Saat ini Menteri Pertanian telah melepas 13 jenis varietas durian sebagai varietas unggul.

Ketigabelas varietas itu adalah durian bokor (asal Majalengka), durian kani (introduksi dari Thailand), durian otong (introduksi dari Thailand), durian perwira (asal Majalengka), durian petruk (asal Jepara), durian si dodol (asal Kalimantan Selatan), durian si hijau (asal Kalimantan Selatan), durian si japang (asal Kalimantan Selatan), durian si mas (asal Bogor), durian si tokong (asal Pasar Minggu), durian si riwig (asal Majalengka), durian sukun (asal Gempolan), dan durian sunan (asal Boyolali).

Durian-durian tersebut sering diekspor, tetapi secara kuantitatif belum memenuhi permintaan pasar. Secara umum perbedaan-perbedaan yang terdapat pada durian jenis unggul tersebut terletak pada penampilan, warna, serta daging buahnya.

Kehadiran durian monthong (asal Thailand), memiliki keharuman nama tersendiri. Sifat-sifat yang dikatakan unggul pada durian monthong adalah rasa daging buahnya yang manis, berwarna kuning, tebal serta berbiji kecil, bahkan kadangkala kempes, aroma tajam dan khas. Keunggulan lainnya adalah penampilan tajuk pohon yang bercabang rendah dan berbuah lebat.

Selain durian unggul di atas terdapat jenis buah lain, yaitu durian parung. Buah durian parung berbentuk bulat memanjang berwarna hijau keabuan, daging buah tebal dan berwarna kuning, sedikit berserat dan biji berukuran kecil. 

Semakin Berlemak, Semakin Gurih

  • Bagian yang dapat dimakan dari satu buah durian adalah sekitar 22%, yaitu bagian daging buahnya.

Bagian lainnya adalah kulit luar (pericarp) dan biji (pongge). Bagian kulit biasanya dibuang, sedangkan bagian biji dapat diolah menjadi tepung, keripik atau dimakan setelah direbus.

Daging buah durian dapat dimakan dalam keadaan segar atau diolah menjadi berbagai produk olahan. Di Palembang dan daerah Sumatera lainnya, daging buah durian umumnya diolah menjadi tempoyak, yaitu bubur buah yang ditambah garam dan difermentasi (diragikan), dapat digunakan sebagai lauk pauk.

Selain itu, daging buah durian juga dapat diolah menjadi dodol durian, keripik durian (seperti keripik nangka), bahan campuran es krim atau es putar. Daging buah yang hampir masak dapat digunakan untuk sayuran.

Dalam perkembangannya saat ini, daging buah durian juga dapat diawetkan dengan cara dibekukan atau dikalengkan.

Komposisi gizi buah durian sangat beragam, tergantung dari jenis, umur buah (kematangan) serta tempat tumbuhnya. Namun secara umum, buah durian mempunyai kandungan gizi yang cukup. @ 

Prof. DR. Made Astaman, MS, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB

Hortikultura 7:50 am

Image

Tak jelas mengapa jambu ini dinamai klutuk. Mungkin karena buahnya punya beribu biji, yang kalau dikunyah berbunyi gemerutuk.

Mungkin juga ada sebab lain yang "tak tercatat dalam sejarah". Namun, apalah arti sebuah nama. Apalagi jika jambu itu ternyata punya khasiat istimewa.

Bisa dimaklumi kalau sebagian besar Anda lebih mengenal buah jambu klutuk (Psidium guajava) sebagai makanan di waktu senggang (atau saat tak ada penganan lain yang bisa disantap).

Ada juga yang menyebutnya sebagai buah "terkutuk". Biji buah tropis yang keras dan banyak ini memang cukup mengganggu. Apalagi jika biji-biji itu masuk ke sela-sela gigi berlubang, butuh usaha ekstra untuk mengungkitnya.

 

Tapi siapa sangka, di balik kekerasan isinya, terdapat kemampuan menyembuhkan banyak penyakit. Tak hanya buahnya, daun dan batang klutuk pun bermanfaat. Bahkan, air seduhan daun jambu biji itu kini tengah diteliti secara intensif, karena "dicurigai" punya potensi menghambat, bahkan membunuh virus penyakit demam berdarah dan HIV.

Keluarga obat

Di Cina dan Asia Tenggara sendiri, jambu klutuk alias guajava, terutama daunnya, sudah sejak lama dikenal sebagai obat.

Mulai obat penyembuh radang usus besar, menghilangkan infeksi, penyembuh diare, disentri, sampai obat untuk menghentikan perdarahan. Bahkan di pedesaan, tumbukan daun jambu biji lazim juga digunakan sebagai obat luka karena cidera, luka karena perdarahan, serta bisul-bisul.

Jambu biji memang diketahui memiliki sejumlah zat aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, terutama daunnya, yang banyak mengandung minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guaja vermin, dan beberapa vitamin, terutama vitamin A, B, C berikut beberapa mineral. Khusus daunnya, diperkirakan bisa mengandung hingga 9% eutenol, 3% damar, dan kalsium oksalat.

Menurut sejumlah literatur yang membahas obat-obatan tradisional, potensi obat tumbuhan jambu klutuk memang sangat lengkap. Bukan hanya daunnya yang kaya zat-zat penyembuh. Tapi juga buah, bunga, dan kulit batangnya.

Akar dan kulit batang jambu klutuk dapat digunakan sebagai decoct atau infusum, obat diare, atau gastroenteritis (radang selaput lendir lambung dan usus) terutama pada anak-anak. Selain itu, batangnya bisa juga digunakan sebagai obat sariawan. Bahkan di pedesaan, seduhan campuran daun jambu biji dengan daun sirih, kerap digunakan untuk mencuci lubang senggama agar tidak gatal-gatal karena bakteri.

Jambu biji sendiri sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Dia berasal dari kawasan tropis Amerika, kemudian menyebar antara lain ke Malaysia, India, Sri Lanka, Vietnam, Indonesia, dan kawasan Pasifik. Di Indonesia, tanaman ini bisa tumbuh di berbagai tempat berbeda. Mulai dataran rendah (pantai) sampai dataran tinggi berketinggian 1.200 m di atas permukaan laut.

Dia juga dapat tumbuh sembarang, baik di lapangan terbuka maupun semak belukar. Banyak penduduk yang menanam tumbuhan ini sebagai tanaman pekarangan, tapi anehnya jarang yang membudidayakannya sebagai tanaman kebun. Pamornya seolah-olah masih kalah dengan keluarga jambu lainnya. Padahal, nilai ekonomis jambu klutuk tidak kalah dengan jambu air, misalnya.

Jambu klutuk lazimnya berbunga pada bulan September - Oktober, serta berbuah pada bulan Februari - Maret setiap tahunnya. Perbanyakan tanaman lebih sering dilakukan dengan mencangkok. Bukan berarti menanam langsung dari bijinya dilarang. Namun, cara terakhir ini kurang praktis, karena butuh waktu lebih lama. Buah mudanya agak keras, tapi makin masak (berwarna kuning) makin lunak pula dagingnya.

Bentuk buahnya ada yang bulat, ada pula yang lonjong. Sedangkan kulit buahnya tipis, sehingga orang jarang mengupasnya sebelum dimakan. Buah yang sudah masak bagian dalamnya berwarna merah atau kuning, berasa manis atau ada pula yang manis keasaman, karena banyak mengandung vitamin C. Jadi, kalau Anda punya kebun jambu klutuk di pekarangan, tak usah repot-repot lagi beli suplemen vitamin C.

Terakhir, sekadar informasi, puluhan pakar dari sebuah Fakultas Kedokteran di Taipei dua ta-hun terakhir ini tengah bergelut mencari dan mengembangkan senyawa aktif yang dapat menghambat perkembangan HIV. Prof. Yang Ling Ling, ketua tim peneliti tersebut menyatakan, timnya telah menemukan senyawa flavonoid dari beberapa tanaman yang dapat menghambat perkembangan HIV. Salah satunya, ya si guajava tadi.

Anda masih percaya si klutuk buah terkutuk? (intisari)

Penulis: H. Unus Suriawiria, Guru Besar Bioteknologi dan  Agroindustri, di Bandung

Hortikultura 7:47 am
ImageCianjur merupakan salah satu sentra produksi pisang yang memasok Jakarta. Hal ini mengingat letak Cianjur yang strategis dekat dengan Jakarta dan memiliki potensi lahan dan agroklimat yang memungkinkan untuk pengembangan pisang dengan mutu yang baik. Kecamatan sentra produksi pisang meliputi Kecamatan Cugenang, Sukaresmi, Parungkondang dan Cikalong Kulon. Dari Kecamatan sentra produksi pisang tersebut, Kecamatan Cugenang merupakan sentra produksi yang menghasilkan pisang yang memiliki rasa yang khas, masyarakat biasa menyebut “Pisang Girang”.
Dalam mendorong pengembangan pisang di Cianjur, Direktur Budidaya Tanaman Buah melakukan kunjungan lapang ke sentra produksi pisang di Kecamatan Cugenang pada tanggal 30 Mei 2008. Pada kunjungan lapang tersebut juga hadir dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, BPTP Jawa Barat selaku Pembina Primatani dan PT Sewu Segar Nusantara yang melakukan kemitraan dengan petani pisang. Selain melihat kondisi pertanaman pisang yang telah menerapkan SOP, juga melakukan dialog dengan pengurus Asosiasi Pisang, Pengurus Kelompok Tani, Pengurus Gapoktan dan perusahaan swasta mitra.
 
Jenis pisang yang dihasilkan Kecamatan Cugenang terutama adalah pisang Ambon Putih/Kuning, Raja Buluh, dan sedikit pisang Mas. Dari jenis pisang tersebut pisang Ambon telah mampu memenuhi 80% dari kebutuhan sedangkan pisang Raja Buluh baru sekitar 20%. Khusus untuk Pisang Mas, yang menurut petani pisang selama ini harganya murah, namun PT. Sewu Segar Nusantara minta dalam jumlah yang besar untuk memenuhi supermarket yang ada di Jakarta. Karena pisang Mas tersebut selama ini hanya dipasok dari Kabupaten Lumajang.
Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang, telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP, fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang, inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang, inisiasi kemitraan, sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat melakukan penilaian registrasi kebun GAP. Tujuan kegiatan ini adalah untuk : 1) meningkatkan produksi dan mutu pisang serta 2) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani pisang
Mengingat pisang telah merupakan komoditas unggulan dan memberikan pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Cugenang, maka akan dicanangkan “Getapis” atau Gerakan Tanam Pisang. Pengembangan pisang disini mendapat dukungan berbagai instansi seperti Ditjen PPHP, Ditjen PLA dan Badan Litbang Pertanian. Salah satu bentuk dukungan Badan Litbang Pertanian adalah Desa Talaga di Kecamatan Cugenang sebagai lokasi PRIMATANI. Melalui kegiatan Primatani, petani pisang memperoleh pendampingan teknologi serta adanya penguatan kelembagaan tani. Pada kegiatan Primatani juga diintroduksi tanaman sela untuk tanaman pisang yaitu tanaman cabe dan cai sim. Dari Ditjen PLA dialokasi 1 unit irigasi sprinkler, dan dari PPHP menyediakan tempat pencuci buah. Selain itu, melalui APBD telah dialokasi anggaran untuk pembangunan Klinik Agribisnis yang akan dilengkapi tempat pengepakan buah, tempat pencucian dan pengolahan pisang. Di Desa Talaga juga mendapat alokasi dana PUAP.
 
Petani pisang di Kecamatan Cugenang telah melakukan kemitraan dengan PT Sewu Segar Nusantara, PT. Tropicana, Sun Fresh dan PT. Berkah Jaya, disamping memasarkan produksinya ke pasar di Cianjur, Pasar Induk Kramatjati, Pasar Bogor dan Cibitung. Oleh karena itu dari segi pemasaran sampai saat ini tidak mengalami hambatan.
Namun demikian pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khususnya di Kecamatan Cugenang masih menghadapi beberapa permasalahan antara lain: 1) Belum tersedianya sarana pengairan di kebun petani, sehingga pada musim kemarau mutu dan produkstivitas pisang mengalami penurunan, 2) Keterbatasan permodalan untuk meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar, 3) Mutu produk yang masih perlu ditingkatkan, dan 4) Kelembagaan tani (Kelompok Tani dan Asosiasi Petani Pisang) belum sepenuhnya berfungsi.
Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan dan tindaklanjut pengembangan pisang ini, antara lain adalah ; 1) Penyediaan sarana pengairan untuk mengatasi kekeringan yang menyebabkan penurunan produktivitas dan mutu pisang, 2) Fasilitasi agar petani memperoleh kemudahan dalam mengakses ke sumber permodalan, 3) Pendampingan dan bimbingan kepada petani untuk menerapkan GAP/SOP yang telah disusun bersama stakeholders, dan4)Penguatan dan pemberdayaan kelembagaan tani.

Disamping itu, untuk memenuhi permintaan pasar yang sudah dirintis, Asosiasi Pisang Kecamatan Cugenang agar melakukan networking dengan kelompok tani atau asosiasi pisang daerah lain seperti yang memiliki kualitas hampir sama seperti Sukabumi, Bogor dan Purwakarta. Dengan demikian asosiasi pisang Kecamatan Cugenang dapat menjamin kontinuitas pasokan pasar, sambil secara bertahap meningkatkan mutu dan produktivitas pisang petani anggotanya.

Uncategorized 7:35 am
Mentan Canangkan Gerakan Minum Susu Dalam Peringatan Hari Susu Sedunia
Sumber Berita : Sekretariat Jenderal

JAKARTA - Pada hari Minggu tanggal 1 Juni 2008, bertempat di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Anton Apriyantono M.S., bersama dengan Meneg. Pemuda dan Olahraga RI, Adhyaksa Dault, S.H. serta Staf Ahli Menteri Bidang Mediko Legal mewakili Menteri Kesehatan RI, telah mencanangkan gerakan minum susu dalam rangka memperingati Hari Susu Sedunia.  Kali ini, tema yang diusung adalah “Susu Alami Untuk Semua”. Dalam kata sambutannya, Menteri Pertanian mengatakan bahwa acara ini sangat relevan dengan upaya keras Departemen Pertanian dan Masyarakat Peternakan, dalam rangka meningkatkan konsumsi susu nasional guna mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia untuk kesehatan dan prestasi.

 

Disampaikan pula bahwa saat ini tingkat konsumsi susu Indonesia masih rendah, yaitu baru 9,35 liter/kapita/tahun (setara ± 2.2 juta ton susu). Angka ini hanya sedikit di atas Vietnam yaitu 8,5 liter/kapita/tahun, dan masih jauh di bawah Malaysia yaitu 25 liter/kapita/tahun. Produksi susu domestik saat ini sebesar 650 ribu ton (26%), sehingga masih harus mengimpor 1,45 juta ton (74%). 

Dari populasi sapi perah yang ada yaitu sebanyak 385 ribu, sekitar 90% populasinya berada di Pulau Jawa, dengan rata-rata produktivitas susu 8-9 liter/ekor/hari.

 

Mentan juga menekankan, dibalik beratnya beban akibat harga BBM fosil dunia yang sangat tinggi yang mengakibatkan biaya transportasi dalam dan luar negeri naik tajam, serta harga susu dunia yang sangat tinggi, dan pasokan bahan baku susu impor yang terbatas, maka kejadian ini telah menggugah kesadaran kita bahwa sudah saatnya segala ketergantungan terhadap impor harus dikurangi atau bahkan diakhiri. Peluang pengembangan susu domestik menjadi keniscayaan yang perlu mendapatkan dukungan penuh dari seluruh komponen masyarakat. Deptan sendiri saat ini sedang melaksanakan Program Aksi terkait dengan peningkatan produksi susu nasional melalui berbagai program kegiatan. Mentan mengajak seluruh hadirin, yang sebagian besar adalah siswa-siswa sekolah dasar untuk lebih mengenal potensi sumber daya peternakan Indonesia, antara lain dengan mengunjungi lokasi peternakan sapi perah, sehingga para siswa dapat mengenal secara lebih dekat kegiatan pemeliharaan dan agribisnis sapi perah sebagai penghasil susu alami.

 

Setelah pencanangan gerakan minum susu, Menteri Pertanian berpasangan dengan mantan juara ganda putra dunia Ricky Subagja melakukan pertandingan eksebisi berhadapan dengan Meneg Pemuda dan Olahraga yang berpasangan dengan mantan juara dunia tunggal putra Icuk Sugiarto. Pertandingan ini sekaligus menandai dibukanya Kejuaraan Nasional Bulutangkis Usia Dini Tahun 2008 [Biro Hukmas, Setjen].